Cinta itu buta kata sementara orang, tetapi ada yang mengatakan bahwa cinta itu sangat realistis, seperti berikut :
BILA KEMISKINAN DIAMBANG PINTU, CINTA TERBANG LEWAT JENDELA, ya what do you say?
Aku cuma bisa mengutip pernyataan william shakespeare....dalam novel romeo and juliet "love is blind" yap cinta itu buta aku setuju kalu nggak buta mana munkin romeo berani mendamba cinta dari juliet yang keluarga mereka terlibat perselisihan sampai dendam mendarah daging? dan akhirnya memilih mati karena mengira juliet sudah mati, mana mungkin edward yang seorang vampir mau melawan takdir mencintai bella dengan sepenuh hati padahal dia manusia? mana mungkin ada perbedaan agama, status, kebudayaan, adat istiadat dalam suatu perkawinan yang didasari cinta yang buta? dan mana mungkin cinta terdengar relistis jika ia tidak buta? cinta itu merupakan anugrah dan berawal dari itu kita ada. Cinta itu sesuatu yang tidak bisa ditebak, terkadang realistis, terkadang perasaan begitu kuat.
Kita mungkin dapat menyingkirkan segala logika ketika kita mencintai seseorang, tapi suatu logika bisa juga berpengaruh saat kita mencintai seseorang. Cinta itu buta mungkin buat sebagian orang itu benar. Tapi itu tidak selalu berlaku pada kita karena cinta memang anugerah tetapi cinta itu perlu dibina agar tidak menjadi musibah. Sebaiknya jangan termakan kata "cinta itu buta" karena itu berarti kita diatur oleh cinta, bukan kita yang mengatur cinta. Kalau kita diatur cinta kita bisa saja kehilangan rasa cinta itu, berbeda dengan kita mengatur cinta. karena kalau kita serius pada komitmen kita, kita akan selalu mengusahakan adanya cinta.
Terkadang kita tidak bisa memaksakan rasa cinta kita. terkadang untuk hubungan yang lebih serius dibutuhkan pemikiran yang lebih jauh. apakah kita sesuai dengan gaya hidup dia., apakah kita bisa menerima dirinya apa adanya...menerima latar belakangnya...menerima keluarganya...diterima keluarganya...apakah keluarga kita menerima dia...apakah keluarga saya dan dia bisa cocok...apakah kita berbenturan prinsip...bagaimana cara pandang kita dalam mengasuh anak...itu semua harus dipikirkan. karena tentunya kita tidak mau ada benturan dalam rumah tangga kita kelak. kaalau diantisipasi dari awal kan mungkin kita sudah bersepakat akan masalah yang terjadi. Jadi harus realistis karena yang dilibatkan adalah keluarga besar. maksud saya, kalau memang hal" seperti diatas sudah ditemukan ada yang ganjil. kan, bisa dimusyawarahkan agar dapat penyelesaiannya, bukan berarti kalau misalkan pasangan kita skrg miskin dan tidak berpendidikan kita tidak boleh membina hubungan dengan dia. tetapi yang harus dipertimbangkan apakah dia punya keinginan untuk berusaha mensejaterahkan hidup kita kelak. apakah dia mau bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarganya. apakah kita bisa menerima keadaan dia yang seperti itu. apakah keluarga kita bisa kita yakinkan kalau pilihan kita adalah yang terbaik.
Kita harus memikirkan untung dan rugi dari suatu tindakan dengan sangat matang. sehingga dapat memutuskan dengan sebijak mungkin. begitu juga halnya dengan cinta. kalau memang keadaannya seperti diatas, lalu kita berpikir kita dapat menerima keadaan tersebut. itu bukan masalah. karena saat membina hubungan pun tidak hanya diperlukan niat dan keputusan bijak saja, tetapi komitmen untuk mempertahankan apa yang sudah kita putuskan dan kalaupun itu masih dalam tahap hubungan yang tidak terlalu serius, kita pun patut mempertimbangkan baik buruknya. agar kita tidak mudah terjebak oleh bujuk rayu belaka. Kita dikaruniakan akal kan bukan hanya untuk memecahkan soal matematika atau membuat terobosan baru. tapi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
Yang mengatakan cinta itu buta adalah mereka yang lepas kontrol dalam menelaah apa arti cinta. Emang dalam soal cinta kita mestinya realistis, tapi kita harus mengerti apa arti cinta sejati. Karena cinta sejati tak harus memiliki. Tapi "BILA KEMISKINAN DIAMBANG PINTU, CINTA YANG TERBANG LEWAT JENDELA" maka kita harus percaya bahwa datang dan perginya cinta gak bisa dipaksakan, kita harus percaya bahwa jodoh sudah ada yang mengatur.
Cinta itu adalah negosiasi...
Ya sangat realistis, dia adalah kumpulan kesimpulan terakhir dari sesuatu yg tak bisa dijelaskan dan dirumuskan oleh anggapan dan informasi yang ada disekeliling kita. Ini suatu yang sangat dasar, semakin kita mencoba memahami sesuatu lebih dalam kita akan merasa tertarik akan hal tersebut. tentunya itu bukan masalah kebutaan yg kita hadapi. Kita merasa buta, karena kita tak memahami apa yg dipahami oleh alat negosiasi yg paling murni yg kita punya. kita mencoba menjabarkan dengan cara biasa. jika anda menjawabnya dengan menggunakan kepala anda yg telah dirasuki macam2 tentunya anda tidak akan bisa menerjemahkan kerealistisan tersebut...
Cinta itu adalah realistis yg lain, yg bisa diterjemahkan oleh cara yg lain... jadi jika anda ingin lebih memahami anda harus sering berlatih untuk memahaminya... jangan anda samakan dengan kepala anda yg sudah dirasuki banyak informasi yang biasanya hanya didengar oleh anda hal2 yg buruk daripada baiknya...
nah selamat mencari...